HadiahPasar.com - Lebih kurang 300 motor klasik berbagai tahun menjadi koleksi David Sunar Handoko (63). Tak hanya motor bermerek Harley Davidson keluaran lawas yang menjadi koleksinya, tetapi ada juga Vespa, Yamaha, Honda, Lambretta, Indian, Birmingham Small Arms (BSA), Norton, BMW, hingga motor Nimbus buatan Denmark.
Koleksi motor klasik tersebut disimpan oleh Handoko di museum pribadinya yang ada diJalan KH Ahmad Dahlan no 88, Kota Yogyakarta. Museum itu dinamainya Museum Motor Merpati. Di bangunan berlantai 2, itulah koleksi motor Handoko tersimpan rapi.
Sepintas jika dilihat dari luar tak ada yang menyangka jika bangunan yang dulunya dipakai oleh Handoko sebagai dealer sepeda motor itu berisi harta karun yang tak ternilai harganya. Tetapi begitu kita masuk ke dalamnya, akan nampak berbagai kendaraan klasik.
Handoko menceritakan awal mula jatuh cinta pada motor klasik karena melihat pengendara motor klasik dengan cc besar terlihat sangat menikmati hobinya. Berawal dari hal itu Handoko kemudian memutuskan untuk membeli motor klasik.
"Pertama kali punya tahun 1989. Motor pertama saya saat itu Harley Davidson Sportster buatan tahun 1959. Waktu itu saya beli Rp 3,5 juta," ujar Handoko belum lama ini.
Handoko kian memantapkan diri untuk mengoleksi motor klasik saat dirinya berada di Kanada dan beberapa negara lainnya. Di negara itu, Handoko mendapatkan informasi jika motor klasik yang ada di negara itu ternyata berasal dari Indonesia.
"Indonesia itu surganya motor klasik. Banyak motor klasik masih tersimpan di Indonesia. Saat itu (tahun 90an) motor klasik belum semahal sekarang. Kemudian banyak kolektor dari luar negeri datang ke Indonesia dan memborong motor klasik. Motor-motor itu lalu dibawa pulang ke negara," ungkap Handoko.
Melihat kenyataan itu, Handoko pun bertekad untuk memborong motor klasik di Indonesia agar tak dibawa ke luar negeri. Handoko berharap agar motor klasik yang mewarnai sejarah Indonesia itu bisa terselamatkan, dan tetap bisa menjadi saksi perjalanan bangsa Indonesia.
"Akhirnya saya borong. Demi menyelamatkan aset Indonesia. Di internet (dijelaskan) negara terbanyak Harley itu Indonesia setelah Amerika. Karena Harley juga dipakai untuk militer dan polisi," urai Handoko.
Handoko pun kemudian memulai perburuannya mengumpulkan kuda besi berbagai jenis. Perburuan ini dilakukan dengan mencari ke pelosok-pelosok daerah.
Handoko menambahkan saat itu harga motor klasik belumlah semahal saat ini. Harganya pun masih berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah saja.
Dalam mengoleksi motor Handoko tidak asal membeli. Ada sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan saat dirinya memutuskan membeli sebuah motor klasik.
"Kriterianya motor yang diproduksi terbatas atau sedikit. Kemudian motor yang sudah mencapai puncak kejayaan di zamannya. Selain itu juga motor yang dipakai untuk keperluan khusus, seperti polisi atau militer dan pejabat. Lalu motor bekas orang penting dan terkenal," pungkas Handoko.
Mengenal sosok Handoko, kolektor sepeda motor klasik asal Yogyakarta
Reviewed by Admin Blog
on
September 15, 2018
Rating:





No comments: